Tampilkan postingan dengan label Cinta Kita Berakhir Berawal Dari "Teh Sisri". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Kita Berakhir Berawal Dari "Teh Sisri". Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2015

Cinta Kita Berakhir Berawal Dari "Teh Sisri"

Cinta Kita Berakhir Berawal Dari "Teh Sisri"


Sayang, ingatkah dulu? I Saat pertama kali sebelum aku mengenalmu I Aku melihatmu main dirumahnya seseorang yang masih terbilang saudaraku l Dan dirumah itu ku menghampirimu dengan membawa sebuah harapan cinta.

Sungguh tak disangka l Kau memang orang baik yang dengan sukarela menerima niatku untuk berkenalan denganmu l Kau pun orangnya murah senyum l Dan kau pun memberikan senyumamu saatku menghampirimu l Kita berdua saling mengenalkan diri l Sambil kita bercanda dan berbicara panjang lebar.

Sayang, tahukah kamu? Setelah perkenalan berlangsung jantungku serasa mau copot karena terlalu berdetak dengan cukup kencang l Harus ku akui saat pertama aku melihatmu aku sudah merasa cinta l Oleh karenanya akupun gerogi saat duduk disampingmu l Wajahku pun sengaja menatap langit l Supaya kau tak tahu isi perasaanku terhadapmu.

Jujur, waktu itu aku memang gerogi l Tetapi aku lakukan dengan sukarela l Karena aku merasa, belum tentu hari esok aku masih dapat bertemu denganmu l Sebab itulah yang membuatku memberanikan diri untuk menghampirimu.

Sayang setelah perkenalan itu l Aku merasa bangga dengan diriku l Karena ternyata orang sepertiku bisa juga berkenalan dengan orang secantik kamu l Malam pun aku masih memikirkanmu l Dalam benakku, apakah aku masih dapat bertemu denganmu? l Dan pada kenyataannya kita masih dapat dipertemukan walaupun itu tak setiap hari.

Yang aku pikirkan bagaimana aku dapat mengambil hatimu l Lalu aku mencoba merayumu dengan rangkaian kata-kata yang manis nan indah l Namun kau menolakku dengan alasan kau masih punya hubungan cinta dengan seseorang, dan katamu akan segera kau selesaikan l Walau hatiku merasa kecewa akan jawabanmu l Tapi aku menyakinkanmu, bahwa kau pun juga mencintaiku dan mau menerimaku sebagai pacarmu.

Sayang, tahukah kamu? saat kau memberi kabar bahwa kau sudah putus hubungan dengan pacarmu l Aku pun merasa bahagia l Walau kau pun belum bisa menerimaku dengan satu alasan kau ragu akan cintaku l Hingga pada akhirnya kau mau juga menerimaku l Meskipun itu masih bersifat untuk sementara l Namun aku menggapnya bahwa kamu sah menjadi pacarku.

Hari jadian itu kian berlalu l Kita pun masih dapat bertemu dengan perasaan yang berbeda dari sebelumnya sewaktu kita belum jadian l Saat itu aku merasa bahwa kau sudah benar-benar telah mencintaiku l Matamu lah yang memberitahuku..

Sayang, ingatkah kamu? Saat kita duduk bersama dengan canda tawa l Aku merasa dunia ini hanya milik kita berdua l Apalagi saat kepalamu bersandar dibahuku l Kita pun berdua saling bercerita mengenai kehidupan kita masing-masing l Dan hal itu belum lupa dalam ingatanku..

Hari demi hari telah kita lewati bersama l Aku merasa hubungan kita kan abadi selamanya l Karena saat itu kita menjalaninya dengan baik-baik saja l Kita pun saling kasih, saling sayang dan saling cinta pula l Namun nyatanya hubungan berakhir dengan waktu yang singkat pula.

Sayang, ingatkah kamu? Masa-masa akhir cinta kita?? I Waktu itu aku mengajakmu untuk duduk berdua di sebuah jembatan cinta yang berada dipinggir jalan raya l Disitu kita pun sempat berbicara mengutarakan isi hati kita l Saat detik ke detik ku rasa kita duduk dengan cukup waktu yang lama l Dan kita pun sudah kehabisan kata-kata l Aku pun merasa haus dan aku mengira kau pun juga haus l Kemudian aku mencoba menawarkan minum untukmu

Ingatkah ingatkah sayang?? Waktu aku nawarin: "Yang aku mau beli minum dulu, apakah kau juga ingin minum?" l Kebetulan yang aku beli adalah "Teh Sisri" l Namun kau menolaknya dengan alasan kau tak haus l Tapi aku tak menghiraukannya dan membelikannya l Saat ku menyerahkannya kau pun tetap menolaknya l Tapi aku terus membujukmu agar kau mau meminumnya, karena kiranya minum yang sudah dibeli tak semestinya dibuang l Namun kau tetap menolaknya l Hingga aku memaksamu l

Mungkin saat itu kau merasa malu l Akupun tak menghiraukan itu l Dan terus memaksamu l Namun kau tetap tak mau l Hingga pada akhirnya aku marah padamu l Lalu ku mengusirmu l Kataku: "Kalau kau tak mau meminumnya maka kau pulang saja" l Dan ternyata ucapanku itu membuatmu terluka hingga akhirnya kau pun pulang dengan sendiri ke rumah l Aku pun merasa menyesali apa yang sudah aku buat l Itulah kesalahan besarku l Dan setelah peristiwa itu kita pun tak lagi bersama-sama lagi l Walau tiada satupun kata putus di antara kita l Hanya karena masalah "Teh Sisri" saja membuat aku dan kamu berpisah l Bodohnya diriku yang melepaskanmu begitu saja.

Oleh Elang
Sendang, 07 (rabu) Januari-2015 20:23