Rabu, 16 September 2015

SUASANA INI MEMBEDAKAN RASAKU




SUASANA INI MEMBEDAKAN RASAKU





Berawal dari rumah
Aku menyalakan kendaraan
Dengan menunggunya beberapa menit
Sambil mengisap satu batang rokok
Kemudian, aku berangkat dengan suka cita

Dalam perjalanan
Aku diam tanpa bicara
Menikmati sejuknya angin pagi
Tanpa alasan
Aku tetap menikmatinya

Setelah sampai di suatu tempat
Dimana tempat itu adalah tempat kegiatanku
Aku berusaha duduk dengan santai
Membuat kopi dan menyeruputnya sampai habis

Lalu, aku mencoba duduk di kursi dalam ruangan
Disitu aku mengawali sosialisasi
Mengajak atasan berbincang-bincang
Membicarakan sebuah dedikasi dan kontribusi

Diwaktu yang sama
Kita sama-sama menyeruput Kopi dan batangan-batangan Rokok
Dengan tertawa, serius
Disitu aku merasakan kedekatan
Kedekatan sebuah Ikatan yang sudah ada sejak lalu

Baru kali ini aku merasakan kedekatan itu
Aku harap itu akan terulang kembali
Bila perlu berkali-kali
Dengan keadaan kedekatan tersebut

Yaa, Tuhan
Andai aku dapat meloncati gunung
Mungkin hal seperti ini
Aku mampu melampauinya
Tapi, kiranya hidupku bergantung padaMu
Apa mau dikata                                                                                  
Aku hanya bisa merasakannnya
Atas kehendakMu

Sungguh, Suasana ini membedakan Rasa-Ku


Wassalam........

Notes: Elang







Selasa, 15 September 2015

INI HARI APA?



INI HARI APA?         








Hari ini, di pagi ini
Semilir angin yang dingin
Begitu merebak, menusuk ketulang rusukKu
Hingga retak – Di dalamnya bertumpukkan kaca-kaca krikil

Aku titipkan berita ini kepada burung Elang
Untuk membawahnya ke Istana Raja yang paling tinggi
Aku pun tak tahu
Apakah berita ini sudah dibacakanNya
Ataukah burung Elang belum sampai disana

Sejenak Ku duduk dengan santai
Bersama kursi yang berputar
Ternyata, angin itu masih menghampiriku
Ku tutup jendelaku rapat-rapat
Namun angin masih saja menembus lubang kecil jendela

Aku katakan padanya “Tolong Jangan Masuk!!”
Sekali lagi “Tolong Jangan Menghampiriku!!”
Namun si angin tak menghirauhkan seruanKu

Mereka (angin) tetap saja memaksa masuk
Menabrak semua yang di laluinya
Aku semakin "galau"
Ketika mereka (angin) menghantam kertas-kertas di meja kerjaKu
Latu-latu rokok pun ikut berhamburan bersama dengan debu dari luar
Masuk ke permukaan kedua mataKu
Rubahlah warna mataKu menjadi merah

Aku teriak sangat kencang
Tak tahu,, berapa frekuensi yang ku keluarkan dari mulut Racun ini
MataKu semakin perih
Tapi, mereka (angin) meninggalkanKu begitu saja

Saat air mataKu keluar
Lalu ku pergi menuju kamar mandi
Ku dapati air, kemudian Ku siramkan ke kedua mataKu
Setelah itu Aku kembali ke ruanganKu
Terus, Aku pun duduk
Dalam benakKu berkata “Ini Hari Apa?”




Oleh Elang


Senin, 14 September 2015

DIMANA LETAK BUNGA ITU?

DIMANA LETAK BUNGA ITU?
 




Mungkin ada sesuatu yang tidak mungkin
Namun Aku anggap semuanya mungkin
Dan yang mungkin jadikan mungkin
Yang tak mungkin jadikan mungkin

Kiranya cinta memang tak pasti
Tapi ia bisa saja menjadi pasti
Dan yang pasti jadikan pasti
Yang tak pasti jadikan pasti

Sampai disini
Aku masih berdiri
Dengan keinginan ini
Aku terus lari

Bayang-bayang itu
Terus mengikuti Ku
Jatuh bangun Aku
Mencari bunga itu

Entah dimana letak bunga itu
Bunga yang kau sembunyikan dariKu
Andai Ku menemukan itu
Mungkin sudah Ku siram selalu

Membiarkannnya mekar
Lalu Ku nikmati keharumannya
Hingga layu Ku bersamanya

Kasih,,, kadang Aku sulit mengerti
Padahal, masih banyak bunga-bunga yang tumbuh
Mengapa sampai saat ini
Aku hanya berharap bunga itu

Tolong,,, kasih tahu Aku
Dimana letak bunga itu...







Oleh Elang

Sabtu, 04 Juli 2015

Ngecos Mata

Ngecos Mata
BPM/Tempo Musik: 140

Gm
Intro:
I 6 I 6 I 6 I 2 I 5 I 1 I 6 I 6 I
(Seruling)
I 6 I 6 I 3 I 6 I 3 I 6 I 6 I 6 . . . I

Verse (1):
    ..         ..                  6       6
Kaya mandeg ambekan
             2              6         6        
Kaya mati pikiran
  6      6                  7       7
Ati bli kuat nyawange
                               5
Karena kula masih
     3                    6         6
Ana demen-demene

Interlude (Seruling):
I 6 I 6 I 3 I 6 I 3 I 6 I 6 I 6 . . . I

Verse (2):
             3           6            6
Najan langka ikatan
              2               6         6
Najan langka hubungan
      6            6                 7      7
Tulung aja terang-terangan
                  5                   3    
Asih-asihan ngecos mata
                6        6                 
Ning adepan

Mct:
I 3 I 7 I 5 I 6 I 7 I 5 I 6 I
Seruling: I 6 I 7 I 3 I 5 I 6 I 6 I

Reff:
     6                   1                6      6
Sisa- sisa cinta masih mbekas
           7                  7       
Mungkin bisa luntur
                  7      7
Tapi lawas
        2               4          6          6
Get-uget Cinta durung ikhlas
Interlude:
I 6 I 7 I 3 I 5 I 6 I 6 I
6                         1           6       6
Senajan wis langka jodohe
      7            7                 7        7
Tapi ana panas-panase
            2                   4             
Nyawang bekas laki
        6              6       
Gandeng rabi
        7             2        6       6      6
Masih kebakar cemburu

Back to:
Verse (2)
Mct
Reff
↓

Verse (1)
Interlude (Seruling):
Verse (2)
Coda: I 6 . . . I

Title: Ngecos Mata
Voc: Diana Sastra

By BassElang